Senin, 18 Agustus 2008

Motivasi untuk berpikir kreatif

Menurut Teresa Amabile, profesor dari Harvard Business School yang sudah meneliti topik mengenai kreativitas pribadi dan organisasi ini, kita sering melihat proses kreativitas secara sempit. Ketika kita berbicara mengenai kreativitas, yang umumnya menjadi fokus kita adalah proses berpikir itu saja. Sementara kreativitas sebenarnya terdiri dari 3 komponen yang saling bertautan. Ketiganya adalah: keahlian, ketrampilan berpikir kreatif, dan motivasi.

Keahlian tentu saja tidak perlu dijelaskan panjang lebar. Anda sulit menghasilkan ide kreatif untuk bidang yang tidak Anda kuasai dengan baik. Kalaupun bisa, biasanya Anda harus bekerjasama dengan orang yang ahli di bidang bersangkutan. Di sini, Amabile mendefinisikan keahlian secara luas. Bukan saja keahlian pribadi kita, tetapi keahlian dari orang-orang lain yang bisa kita akses. Jadi, semakin besar jaringan kenalan yang kita miliki, semakin luas juga keahlian yang bisa kita dapatkan. Ketrampilan berpikir kreatif juga sudah kita bahas berkali-kali di blog ini. Dengan alasan itu, fokus kita kali ini ada pada komponen ketiga yaitu motivasi.

Motivasi adalah topik yang kompleks. Kita tahu motivasi penting sebagai tenaga pendorong terhadap semua yang kita kerjakan. Tetapi tidak semua motivasi memiliki kekuatan yang sama besar. Amabile pernah mengadakan riset yang menyimpulkan motivasi terkuat untuk memacu pikiran kreatif adalah motivasi intrinsik, atau motivasi yang muncul dari dalam diri kita. Ketika kita termotivasi secara intrinsik, kita tidak mencari pengakuan dari luar dalam bentuk pujian atau materi. Kita melakukannya semata-mata demi kepuasan kita, demi aktualisasi diri kita.

Bagaimana dengan uang? Bukankah selama ini para manajer yang ingin para anak buahnya lebih kreatif sering menjadikan uang sebagai motivator? Uang, kata Amabile, tentu saja tidak menghalangi orang untuk kreatif. Namun pada kebanyakan kasus, uang juga tidak membantu. Kadang uang malah membuat motivasi intrinsik seseorang untuk berkarya menjadi surut karena digantikan oleh keinginan untuk mendapatkan uang tersebut. Uang juga tidak bisa membeli gairah (passion) yang dibutuhkan untuk mengatasi hambatan-hambatan besar yang muncul selama proses kreatif.

Karenanya, yang harus dilakukan adalah membangkitkan motivasi intrinsik. Caranya? Saran pertama adalah mencocokkan pekerjaan dengan kemampuan dan minat sang karyawan. Kelihatannya cukup sederhana, tetapi untuk bisa melakukan itu dengan baik, manajer harus mengenal diri para anak buahnya dengan baik. Pengumpulan informasi seperti itu kadang membutuhkan waktu lama sementara sang manajer mungkin terlalu sibuk dengan urusan lain. Cara lainnya adalah menentukan tujuan yang harus dicapai dan memberikan kebebasan karyawan untuk menemukan cara mencapai tujuan tersebut selama tidak melanggar etika dan hukum. Otonomi seperti itu bisa meningkatkan kreativitas karena luasnya ruang bergerak yang dimiliki karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dan memberi mereka sense of ownership.

Setelah itu, sang atasan atau perusahaan harus bisa memberikan sumber daya dalam jumlah yang cukup bagi karyawan. Menariknya, sumber daya yang terlalu banyak bisa menghambat kreativitas karena karyawan akan mendapatkan banyak kemudahan. Sementara sumber daya yang terlalu sedikit juga memberi efek negatif yang sama.

Cara lain untuk meningkatkan motivasi intrinsik dilakukan oleh Novartis, sebuah perusahaan farmasi dunia. Di samping berupaya menghasilkan obat-obatan yang mampu menghasilkan laba jutaan USD, Novartis juga mengembangkan obat untuk keperluan negara-negara berkembang. Obat untuk lepra, misalnya, disumbangkan ke WHO sampai penyakit tersebut bisa dibasmi. Perusahaan ini juga melakukan penelitian untuk mengatasi penyakit-penyakit lain yang masih menyerang negara-negara miskin dan membangun pusat riset di Singapura untuk tujuan tersebut. Obat-obat tersebut, karena umumnya dijual dengan harga murah, memang tidak ditujukan untuk tujuan laba.

Melalui cara seperti itu, dengan memberikan sebuah sense of mission pada karyawan perusahaan, Novartis berhasil membangkitkan motivasi intrinsik para karyawannya. Para karyawan tidak melihat perusahaan sebagai entiti ekonomis belaka, tetapi juga sebagai tempat yang mampu menjawab kebutuhan emosional dan spiritual mereka.

Walau pendapat Amabile bahwa motivasi intrinsik lebih dibutuhkan dalam proses kreatif, beberapa pakar lain menambahkan bila motivasi ekstrinsik tetap dibutuhkan. Siapa dari kita yang mau bekerja dengan gratis walau pekerjaan tersebut cocok dengan minat kita sementara setiap bulannya harus ada tagihan-tagihan yang harus dibayar? Kecuali Anda telah mendapatkan harta warisan tak terhingga dari seorang paman kaya, kita semua masih harus menghadapi tekanan-tekanan hidup. Karena itu, pemberian motivasi ekstrinsik tetap harus diperhatikan.

Hanya saja pemberian tersebut tidak melulu harus berupa uang dan harus disesuaikan dengan pribadi masing-masing orang. Bila gaji Anda Rp. 2.000.000,-, bonus Rp. 250.000,- tentu akan diterima dengan senyum lebar. Tetapi berikanlah bonus sebesar itu pada seorang direktur dan Anda akan mendapatkan reaksi yang berbeda. Bagi eksekutif dengan jabatan setinggi itu, sebuah piagam yang nilainya lebih rendah secara tunai mungkin lebih dihargai. Untuk para ilmuwan, kesempatan mempublikasikan karyanya di jurnal-jurnal ilmiah bisa jadi lebih berharga dibandingkan uang sebesar berapapun. Beberapa orang lainnya mungkin lebih menyukai publisitas lewat buletin internal atau malah media massa lokal dan nasional.

Cara-cara lain yang lebih kreatif juga bisa diterapkan. Di beberapa perusahaan, bonus untuk ide karyawan dihitung berdasarkan persentase dari penghematan atau pendapatan tambahan yang berhasil didapatkan dari implementasi ide tersebut. Menawarkan kenaikan jabatan juga bisa dilakukan bila seorang karyawan telah beberapa kali memberikan ide-ide cemerlang.

Ya, motivasi memang topik yang sulit-sulit gampang untuk dibahas karena kompleksnya kebutuhan manusia. Tetapi kita juga tidak bisa menghindar dari masalah ini. Motivasi dan kreativitas terkait erat. Bila perusahaan Anda ingin membangkitkan kreativitas para karyawannya, masalah motivasi harus menjadi salah satu fokus utama. (http://www.itpin.com/blog/2007/01/26/motivasi-untuk-berpikir-kreatif/)

Tidak ada komentar:

 
What Is The Secret